Tips Sehat Merawat Burung di Musim Pancaroba


Akhir-akhir ini sebagian besar wilayah Indonesia mengalami musim pancaroba. Jika siang hari matahari bersinar sangat terik sehingga suasana terasa amat panas, namun tiba-tiba cuaca dapat berubah seketika menjadi hujan dan udara menjadi terasa dingin. Perubahan cuaca yang tiba-tiba inilah yang disebut dengan musim pancaroba. Ditambah lagi banyaknya burung rawatan dirumah kicaumania mengalami masalah kesehatan ?

Musim pancaroba terjadi hanya pada masa peralihan dari musim kemarau ke musim hujan pada bulan September atau peralihan musim hujan ke musim kemarau pada bulan Oktober. Perubahan udara dan temperatur sedikit banyak berpengaruh pada tubuh, karena tubuh kita otomatis akan berusaha keras menyesuaikan dengan temperatur sekitar. Saat itu pula imunitas (daya tahan tubuh Burung terhadap penyebab penyakit) berkurang, sehingga sering menyebabkan burung sakit di musim pancaroba.

Selain itu temperatur yang berubah-ubah adalah salah satu kondisi yang memacu virus dan bakteri untuk lebih cepat berkembang biak. Jadi tidak heran lebih banyak orang terserang penyakit di musim pancaroba dibanding di musim yang temperaturnya relatif stabil.


Musim pancaroba atau musim peralihan dari kemarau ke musim penghujan atau sebaliknya berkaitan erat dengan beberapa gangguan kesehatan pada burung anda seperti flu, gangguan saluran napas, gangguan pencernaan seperti Berak hijau dan abdominalis. Kemunculan penyakit-penyakit tersebut kasusnya menjadi tinggi pada awal perubahan musim/pancaroba karena banyaknya kotoran yang menjadi vektor bagi bakteri dan virus penyebab penyakit, juga tak lepas dari pola pengkonsumsian makanan. Penyakit tersebut dapat timbul karena adanya bakteri atau virus yang mencemari makanan atau minuman.
Jalak-Suren-Ronggolawe-03
Jenis Penyakit Burung dan Gejalanya

Beberapa jenis penyakit Burung yang biasa menyerang pada musim pancaroba adalah:
1. Gangguan Saluran Napas, pengaruh perubahan cuaca sangat berpotensi mengganggu saluran pernapasan. Gejala awal gangguan saluran pernapasan yaitu pilek disertai bersin-bersin (keluar lendir dari hidung burung ) dan dampak nya kurang napsu makan dan berkurang bunyinya Pilek bukan merupakan penyakit tersendiri,yang disebabkan dari debu dan virus.

kenaikan suhu tubuh burung di atas 20 °C . Pada influenza biasanya terjadi peningkatan suhu tubuh sekitar 23 °C – 25°C, selain itu kepala terasa sakit, Gejala-gejala tersebut berangsur-angsur berkurang dan biasanya akan hilang sesudah 3-5 hari, namun pilek burung dan rasa lemah serta keletihan tetap banyak diberikan Vitamin seperti Ebod VIT setiap hari diberikan 3 tetes di air minumnya.

2. Gangguan Pencernaan Burung, salah satu gangguan pencernaan yang biasanya muncul pada musim pancaroba dan awal musim hujan adalah berak hijau berak berair. Diare ditandai dengan keluarnya buang air besar yang sangat encer seperti air, dan berlangsung terus menerus. Penyakit pada burung ini sebenarnya dapat digolongkan penyakit ringan, tetapi jika terjadi secara mendadak dan kurang mendapat perawatan maka diare juga dapat berakibat fatal, terutama apabila diare tersebut terjadi pada burung.

Bila diare tidak juga berhenti maka penderita harus segera di bawa ke dokter. Penyakit
Gangguan pencernaan lain pada burung yang sering timbul pada musim pancaroba adalah demam tifoid atau penyakit tifus abdominalis. Merupakan suatu penyakit peradangan pada usus yang disebabkan oleh infeksi bakteria. Penyakit pada anak ini dapat terjadi melalui pengkonsumsian makanan dan minuman yang terinfeksi oleh bakteri Salmonella typhosa.

Penyakit typhus abdominalis sangat cepat penularannya, yaitu melalui kontak dengan burung atau hewan yang terinfeksi. Pembuangan air kotoran yang tidak memenuhi syarat dan kondisi sanitasi yang tidak sehat menjadi faktor terbesar dalam penyebaran penyakit ini.
Penyakit-penyakit Burung tersebut sangat mudah menyerang bila daya tahan tubuh menurun. Cuaca dan suhu udara yang cepat berubah di musim pancaroba, ditambah meningkatnya debu, kuman, dan radikal bebas membuat tubuh kita rentan terhadap penyakit di atas.

Tips Sehat Merawat Burung di Musim Pancaroba
Penyakit-penyakit Burung pada musim pancaroba tersebut akan terus berulang seiring dengan perubahan musim, namun setidaknya kita bisa mencegah atau mengantisipasinya.

Anakan-Ching-Ching-Bird-Farm-Ronggolawe-01Berikut ini solusi agar tubuh Burung tetap fit di tengah cuaca yang kurang bersahabat :
1. Konsumsi makanan burung yang bergizi. Daya tahan tubuh burung yang baik selain butuh makanan yang cukup jumlahnya, juga harus memenuhi semua unsur gizi yang dibutuhkan tubuh yaitu : karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral.
2. Cukup Istirahat dan dikerodong. Menjadikan burung istirahat dapat sehingga menurunkan daya tahan tubuh burung sendiri. 6-8 jam sehari pengerodongan, memberikan tubuh burung dengan istirahat yang cukup.
3. Sempatkan untuk burung jemur tidak terlalu panas dan dimandikan setiap hari.
4. Konsumsi Suplemen (vitamin) seperti Ebod Joss, Ebod VIT dengan diberikan petunjuk yang tepat. Sebagian besar dari kita sulit memenuhi kebutuhan gizi harian dengan diet yang seimbang, sehingga suplemen tambahan diperlukan terutama di musim pancaroba. Vitamin C, Zinc, dan Echinachea adalah sebagian dari Vitamin suplemen yang telah dibuktikan mampu mendongkrak daya tahan tubuh burung.

ebod jossKandungan yang cocok didalam Ebod Vit dan Ebod Joss :
Taurin 10mg, Vit A 20.000IU, Vit D3 6000IU, Vit B1 2 Mg, Vit B2 6Mg, Vit B6 4 mg, VIt B12 18 Mg, Vit C 15 mg Nicotinamide 30 mg electrolyte. Cara Tiap hari bisa 3 tetes dan tanpa kena sinar matahari. Mas Anang

Klinik Perawatan Burung Dengan Produk EBOD JAYA :

Daftar jadi agen Bukalapak sekarang & dapatkan keuntungan tambahan!