Tips memaksimalkan penampilan cendet di lapangan


Banyak kicaumania yang menanyakan bagaimana cara memaksimalkan penampilan cendet di lapangan. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, silakan ikuti tips berikut ini.

Tips memaksimalkan penampilan cendet di lapangan

Tips memaksimalkan penampilan cendet di lapangan.

Meski di alam liar sering dianggap sebagai burung predator dan bersifat agresif, cendet juga termasuk jenis burung yang cerdas. Suaranya yang lantang, ngerol, dan penuh variasi, menjadi daya tarik tersendiri bagi para kicaumania untuk memeliharanya baik sebagai kelangenan di rumah maupun dilombakan.

Selain itu, kebanggaan terbesar seorang cendetmania adalah ketika berhasil menjadikan burung yang dipeliharanya sejak muda / bakalan menjadi jawara atau setidaknya berkualitas lomba.

Untuk mendapatkan hal tersebut, kita perlu menerapkan pola perawatan yang tepat, serta memperhatikan faktor-faktor yang bisa mendukung penampilannya ketika dilombakan. Beberapa faktor tersebut antara lain:

  • Mengenali ciri-ciri cendet yang sudah siap lomba
  • Memberikan perawatan sebelum  lomba
  • Menjaga kondisi, stamina, dan mentalnya

Ciri-ciri cendet yang sudah siap lomba

Berikut ini beberapa ciri yang paling umum dan banyak dijadikan patokan untuk mengenali burung cendet yang sudah siap lomba:

  • Sayap cendet yang terlihat menyilang.
  • Bentuk ekor yang tampak ramping dengan bulu–bulu yang saling menyatu.
  • Cendet sering mengeluarkan muntahan dengan bentuk yang lebih padat dan bulat.

Jika ketiga tengara tersebut ditemukan pada cendet kesayangan Anda, maka kemungkinan besar burung memang sudah siap untuk dilombakan. Apalagi jika didukung dengan penampilannya yang lebih rajin berbunyi daripada biasanya.

Perawatan sebelum lomba

Bagian terpenting dalam perawatan cendet lomba adalah menjaga birahinya agar tetap stabil. Tapi mendekati Hari-H, cendet harus mulai dipersiapkan agar menjadi sedikit lebih agresif dengan meningkatkan birahinya.

Untuk menyiasati kondisi tersebut, kita bisa melakukan pengaturan melalui pakan tambahannya, terutama jangkrik dan kroto. Contoh paling umum dari setingan extra fooding (EF) sebelum dan usai lomba adalah sebagai berikut:

  • Dua hari jelang lomba (H-2), cendet diberi jangkrik dengan porsi lebih banyak daripada biasanya. Misalnya 5 ekor pada pagi hari dan 4 ekor pada sore hari. Adapun kroto tetap diberikan sebanyak 1 sendok teh.
  • Pada hari itu juga, cendet tidak dimandikan dan tidak dijemur. Selain itu, sangkarnya dalam kondisi full kerodong untuk menjaga birahinya agar terkendali. Kerodong hanya dibuka saat kita memberi EF atau ketika diangin-anginkan selama 15 menit saja.
  • Sehari menjelang lomba (H-1), pemberian EF mulai ditingkatkan. Jangkrik diberikan 7 ekor pada pagi hari dan 5 ekor pada sore hari, sedangkan kroto tetap 1 sendok teh. Malam harinya, kroto kembali diberikan sebanyak 1/2 sendok teh.
  • Pada hari lomba (Hari-H), sebelum berangkat menuju lapangan, cendet bisa diberi 2 ekor ulat bambu dan 3 ekor jangkrik.
  • Beberapa sesi sebelum digantang, cendet dimandikan dengan cara disemprot. Selanjutnya, burung diberi 1 ekor jangkrik, kemudian dijemur sebentar untuk mengeringkan bulu-bulunya. Setelah itu sangkarnya kembali dikerodong.
  • Cendet pun sudah siap dilombakan.

Perawatan sebelum lomba seperti disebutkan di atas biasanya tidak terlalu jauh berbeda dengan perawatan lomba yang diterapkan para cendetmania lainnya. Namun Anda bisa menentukan sendiri setingan yang paling tepat dan bisa menjadikan cendet bisa tampil lebih maksimal.

Selain menjaga birahinya agar tetap stabil, faktor lain yang juga mendukung penampilannya adalah menjaga kondisi fisik dan staminanya. Beberapa tips berikut ini bisa membantu menjaga kondisi dan stamina cendet sebelum turun di arena lomba:

  • Burung yang masih muda umumnya mudah down ketika mendengar suara burung lain yang keras dan gacor. Karena itu, untuk mencegah hal tersebut, jauhkan cendet dari burung-burung yang bisa membuatnya mudah down / ngedrop.
  • Menjaga kebersihan sangkarnya, terutama saat akan dibawa ke lapangan. Sangkar yang kotor atau dipenuhi sisa-sisa pakan di bagian dasarnya bisa membuat cendet sering turun tenggeran untuk mengambil sisa pakan tersebut, apalagi jika cendet jarang dilombakan (demam panggung).
  • Pastikan cendet merasa nyaman dengan sangkar yang digunakan. Mengganti sangkar ketika akan dilombakan membuatnya harus beradatasi ulang dengan posisi tenggeran, bentuk sangkar, dan tempat pakan/minumnya. Kalau ingin mengganti sangkarnya dengan sangkar lomba, usahakan agar perlengkapan di sangkar lamanya itu disertakan.
  • Jangan datang tepat pada saat burung akan digantang. Di lokasi barunya, cendet membutuhkan banyak waktu untuk beradaptasi dengan lingkungan dan suasansa di sekelilingnya.
  • Jangan terlalu sering mengintip burung ketika sedang dikerodong.
  • Hindari melakukan pemasteran saat burung akan dilombakan, karena bisa membuat emosinya tidak stabil.
  • Selalu berikan pakan yang bersih dan segar.

Itulah beberapa tips memaksimalkan penampilan cendet di lapangan.

Semoga bermanfaat.

Salam sukses, Salam Kicaumania.