Suara Burung Kurang Power? Caranya:


Burung yang suaranya kurang power padahal kondisi fisik bagus, dalam banyak hal memang bukan hanya karena terserang penyakit. Namun kemungkinan besar hal itu disebabkan karena kerja sistem metabolisme tubuhnya kurang maksimal. Ada pula hal terkadang itu disebabkan karena burung kurang birahi, atau sedang dalam masa rekondisi setelah mabung, atau bisa juga hanya karena burung kegemukan.

Berikut ini beberapa penyebab suara burung kurang Power dan cara mengatasinya:

1. Tidak gacor karena kegemukan sehabis masa mabung, bisa gunakan larutan yang mengandung Extract Vegetable dan Carnitine HCL, Sorbitol, Magnesium Sulfat dapat memecah lemak pada burung yang kegemukan tetapi tetap dapat menjaga nafsu makan, mengatur efisiensi pakan, mengatasi stress yang diakibatkan oleh temperatur panas serta penyakit, reproduksi dan penyedia energy serta meningkatkan pertumbuhan , memperbaiki fungsi hati dan ginjal serta menjaga kondisi tetap fit pada burung.


2. Tidak gacor karena pada dasarnya kekurangan asupan pakan yang tidak seimbang. Burung yang terlihat sehat, langsing, tetapi tidak gacor atau selalu nggembos di tengah jalan jika ditrek, bisa diatasi dengan pemberian obat burung yang mengandung ATP dan vitamin lengkap serta mineral yang memang ditujukan untuk membuat burung gacor dan fit.

3. Bisa jadi karena memang “mentalnya” kurang bagus dalam artian tidak memiliki sifat dominan sehingga melempem jika ketemu lawan di lapangan atau ketika ditrek di arena latberan atau lomba.

Untuk mengatasi hal itu, pemberian testosteron sangat diperlukan untuk membuat burung menyuarakan lagu secara maksimal.

Penelitian tentang peran testosteron terhadap performa kicauan burung dilakukan tim peneliti dan Max Planck Institute for Ornithology yang bermarkas di Seewiesen, Jerman. Dan hasil penelitian tersebut menghasilkan fakta yang lebih ekstrim, antara lain :

1. Burung betina yang diinjeksi dengan hormon testosteron, dalam waktu sepekan bisa berkicau seperti burung jantan-dominan diwaktu berkicau dengan nyanyian tunggal.

2. Sebulan setelah injeksi testosteron, kualitas suara burung betina sudah sama seperti jantan-dominan.

3. Burung jantan-subordinat (definisi mudahnya adalah burung jantan yang bisanya sekadar ngriwik, tidak pernah gacor karena mental tertekan burung lain atau lingkungan yang tidak ramah atau asupan pakan yang tidak bagus) bisa menampilkan performa bagai burung dominan setelah diinjeksi dengan hormon testosteron.

Daftar jadi agen Bukalapak sekarang & dapatkan keuntungan tambahan!