Perawatan murai batu Kingstone, jawara lawas milik Om Kiky yang nyeri di BnR 36


Jika Anda cermati, persaingan murai batu paling ketat selalu terjadi dalam even-even di wilayah Jabodetabek. Burung-burung debutan baru pun sering meraih juara. Meski demikian, beberapa jawara lawas tetap mampu mempertahankan prestasinya, misalnya murai batu Kingstone milik Om Kiky (QQ).

Karena banyaknya murai batu berprestasi di kawasan Jabodebatek, nama Kingstone sering luput dari pemberitaan. Padahal, seperti ditegaskan Om Kiky, jagoannya ini hampir tiap pekan moncer di lapangan, terutama sejak beres mabung bulan lalu.

Murai batu Kingstone milik Om Kiky.
Murai batu Kingstone milik Om Kiky.

Begitu bulu-bulunya kering, Om Kiky langsung menjajalnya dalam latberan di Gantangan Taman Radja Team, Jakarta Selatan, dan meraih juara pertama.

Selanjutnya dalam gelaran In Celebrate Kartini yang dikemas Rajawali S3 BC di Lapangan Parkir Samsat BSD, Tangerang Selatan, Minggu (17/4), Kingstone meraih juara 1 Kelas Samsat dan juara 2 Kelas Tangsel.

Suksesnya berlanjut dalam Road to Presiden Cup IV di Lapangan Banteng Jakarta (24/4). Berlaga menghadapi sejumlah murai jawara, Kingstone mampu menjuarai Kelas Vita Grow.

Yang terbaru, dalam kontes akbar BnR 36 di halaman kampus Universitas Trilogi, Jakarta Selatan, Minggu (1/5) lalu, Kingstone meraih double winner. Saat itu burung didaftarkan atas nama Fitri BKS Samarinda, dan sukses menjuarai Kelas AMB-A dan Poor BnR-B.

Perawatan sederhana murai batu Kingstone

Murai batu Kingstone diumbar dua kali seminggu.
Murai batu Kingstone diumbar dua kali seminggu.

Menurut Om Kiky, Kingstone merupakan murai batu simpanan lamanya. “Sudah empat tahun ini Kingstone di tangan saya. Sudah moncer sejak masih turun di lapangan Jalan Pepaya, Jagakarsa, Jakarta Selatan,” ujarnya.

Cukup lama diistirahatkan, dan hanya sesekali turun di even besar, kini Kingstone mulai kembali ke performa terbaiknya. Serangkaian prestasinya dalam dua bulan terakhir ini membuktikan hal itu.

Bahkan seiring bertambahnya umur, materi irama lagunya juga makin komplet. Kingstone punya isian yang terdiri atas lagu-lagu burung kecil seperti burung-madu (“kolibri”), kenari, dan burung gereja tarung, tembakan ciblek dan tonjolan dari burung cililin, cucak jenggot, lovebird, dan siri-siri.

Perawatan murai batu Kingstone relatif sederhana. Hari Senin, atau sehari pascalomba, burung sejak pagi sudah dimasukkan ke kandang umbaran yang panjangnya sekitar 3 meter.

“Kandang umbaran menjadi sarana mengendurkan otot-ototnya setelah turun ke lapangan. Hari berikutnya, burung masih di kandang umbaran. Jadi, dua kali seminggu diumbar,” jelas Om Kiky.

Mandi hanya dilakukan dua hari sekali. Adapun penjemuran dilakukan setiap pagi dengan durasi tidak lebih dari 1 jam.

Setiap hari, Kingstone diberi full kroto segar, plus jangkring masing-masing 5 ekor pada pagi dan sore hari. “Porsi jangkriknya tetap segitu. Meski menjelang lomba, tidak ditambah. Paling hanya ditambah empat sampai lima ekor ulat hongkong saat di lapangan,” ungkapnya.

Om Kiky bersama murai batu Kingstone.
Om Kiky bersama murai batu Kingstone.

Melalui perawatan sederhana inilah, murai batu Kingstone stabil di jalur juara. Om Kiky tak hanya mengandalkan Kingstone, karena dia juga memiliki murai jawara bernama Katulampa. Ya, dua jagoan inilah yang akan diturunkan secara bergantian, tergantung kondisi burung itu sendiri. (d’one)

Semoga bermanfaat.

Salam sukses, Salam Kicau Mania.

Published by

webmaster

This is author biographical info, that can be used to tell more about you, your iterests, background and experience. You can change it on Admin > Users > Your Profile > Biographical Info page."