Om Yana bersama murai batu Robyn

Murai batu Robyn: From zero to hero di tangan Om Yana dan Om Abdul


Banyak pemain dan penggemar murai batu di Jabodetabek yang tercengang melihat aksi murai batu Robyn saat tampil dalam even Danpusdikzi Cup I di Bogor, 24 Januari lalu. Burung baru milik pemain pendatang baru itu mampu menjuarai kelas bergengsi Danpusdikzi.

Pemain pendatang baru itu adalah kakak-beradik Om Yana dan Om  Abdul dari King Robyn SF Ciawi, Bogor. Keduanya belum genap satu tahun menekuni hobi burung kicauan.

Bahkan MB Robyn merupakan burung kedua yang dimiliki Om Yana, pengusaha material bangunan di kawasan Warung Nangka, Ciawi. “Burung pertama yang saya miliki adalah murai batu ekor hitam, tapi hanya sekadar untuk didengar di rumah,” ucapnya.

Om Yana bersama murai batu Robyn
Om Yana bersama murai batu Robyn.

Ada kisah menarik terkait pembelian murai batu Robyn. Menurut Om Yana, suatu hari dia kedatangan tetangga yang juga hobi burung kicauan. Dia menawarkan murai batu muda dengan harga lumayan murah.

“Ketika dicoba ditrek dengan beberapa ekor burung, ternyata materinya sungguh istimewa. Isiannya lengkap, mulai dari cililin, lovebird, suara burung-burung kecil seperti kenari, hingga suara murai air. Volumenya pun luar biasa. Saat itu juga, saya langsung bayar. Burung-burung masterannya juga saya beli sekalian,” tambah Om Yana.

Tidak lama kemudian, dia dan Om Abdul iseng-iseng membawanya ke even lokalan di Bogor. Saat itu keduanya masih awam mengenai kriteria penilaian lomba, khususnya di kelas murai.

Robyn mampu tampil maksimal, meski hanya masuk empat besar. Begitu turun gantangan, beberapa kicaumania langsung mendekatinya dan memberi penawaran untuk meminang MB Robyn.

“Sebagai pemula, saya merasa heran, kok burungnya tampil bagus tapi tidak juara pertama. Lalu, jika tidak juara, kenapa banyak kicaumania yang ingin meminangnya,” ujar Om Yana lagi.

Robyn, murai batu muda sarat prestasi
Robyn, murai batu muda sarat prestasi.

Beberapa hari berikutnya, kakak-beradik ini kembali menurunkan Robyn dalam sebuah even. Kali ini meraih juara pertama. Prestasinya ini terus berlanjut, dan puncaknya terjadi dalam even Danpusdikzi Cup I.

Menemukan settingan harian

Sebagai pemain baru, Om Yana dan Om Abdul mengaku belum faham soal settingan harian maupun lomba untuk murai batu. Namun setelah melakukan utak-utik, trial and error, akhirnya ketemu juga settingan hariannya.

Setiap hari, kata Om Abdul, murai batu Robyn ditempatkan dalam kandang umbaran sepanjang 7 meter. Kandang umbaran dilengkapi bak mandi. Jadi, burung mandi sendiri dalam bak dan berjemur sepuasnya di kandang umbaran.

Om Abdul (kiri), Om Yana (tengah), dan Om Ali
Om Abdul (kiri), Om Yana (tengah), dan Om Ali.

“Namun penggunaan kandang umbaran ini hanya sebentar. Pagi hari, selepas buka kerodong, murai langsung kita masukkan ke kandang umbaran. Burung mandi sendiri, kemudian berjemur. Jika sudah jam sepuluh, burung dimasukkan kembali ke sangkar hariannya.

Porsi extra fooding (EF) seperti jangkrik standar, yaitu 5 ekor pada pagi hari dan 5 ekor lagi pada sore hari. Adapun kroto segar hanya diberikan dua hari sekali.

“Sesekali saya berikan pula vitamin. Kebetulan untuk menjaga stamina burung, jelas Om Abdul.

Murai batu Robyn yang tadinya hanya burung rumahan, kini telah menjelma menjadi burung jawara. Istilahnya, from zero to hero. Bahkan Om Yana dan Om Abdul menjadikannya sebagai maskot King Robyn Bird Farm.

Saat ini King Robyn BF memiliki 20 kandang ternak murai batu. Bahkan beberapa di antaranya sudah berproduksi. (d’one)

Semoga bermanfaat.

Published by

webmaster

This is author biographical info, that can be used to tell more about you, your iterests, background and experience. You can change it on Admin > Users > Your Profile > Biographical Info page."