Mengenal proses inseminasi buatan atau IB pada burung kenari


Salah satu teknik yang umum dilakukan para penangkar kenari dan burung finch untuk meningkatkan produktivitas induk adalah melakukan kawin suntik atau inseminasi buatan (IB). Meski secara teori mudah dilakukan, metode ini tidak akan berjalan sempurna jika tak disertai pengetahuan dan pengalaman yang cukup. Tulisan ini akan mengulas bagaimana proses inseminasi buatan atau IB pada burung kenari, serta apa saja persyaratannya.

Mengenal proses inseminasi buatan pada kenari dan finch

Mengenal proses inseminasi buatan pada kenari


Inseminasi buatan atau IB sebenarnya bukanlah sesuatu yang baru. Teknik ini telah lama dikembangkan untuk hewan-hewan ternak, terutama sapi, kuda, kambing, dan kerbau, kemudian diterapkan pula pada unggas terutama ayam.

Di Indonesia, IB pada ayam mulai popular ketika para penangkar ayam bekisar mengalami kesulitan mengawinkan ayam hutan jantan dan ayam kampung betina. Apalagi ayam hutan mudah stres dan mati jika kita tidak mengelola secara baik dan benar.

Di beberapa negara, kawin suntik juga mulai diterapkan pada burung, terutama kenari dan jenis burung finch yang lain. Om Kicau mengumpulkan berbagai bahan dari situs-situs mancanegara, sehingga dapat menjadi panduan awal bagi para breeder kenari dan burung finch (blackthroat, sanger, mozambik, dll) jika ingin melakukan kawin suntik.

Keuntungan yang diperoleh dari teknik ini antara lain meningkatkan efisiensi penggunaan induk jantan, mengatasi rendahnya angka fertilitas (kesuburan) pada perkawinan alami, dan yang terpenting meningkatkan produktivitas usaha penangkaran yang Anda miliki.

Metode ini cukup digemari di mancanegara, karena bisa menghemat waktu dan biaya dibandingkan dengan model konvensional (perkawinan alami) yang harus melewati tahap perjodohan, perkawinan, hingga pengeraman telurnya.

Teknik inseminasi buatan juga bisa membantu penangkar yang kesulitan mengawinkan induk jantan yang dianggap memiliki kualitas, namun sangat agresif dan selalu menyerang burung betina yang dijadikan pasangannya.

Metode ini pun bisa dilakukan ketika penangkar ingin mengawinsilangkan dua jenis burung yang berbeda, misalnya untuk menghasilkan kenari mule.

Kenari mule silangan dari European goldfinch dengan kenari lokal

Kenari mule hasil silangan goldfinch eropa dan kenari lokal.

Persyaratan burung yang menjalani kawin suntik

Proses inseminasi buatan bisa dilakukan dengan memindahkan sperma burung jantan ke dalam organ reproduksi burung betina, dengan menggunakan peralatan khusus. Tentu saja proses tersebut tidak bisa dilakukan begitu saja, karena ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, antara lain:

  • Kedua burung harus berada dalam kondisi sehat dan matang kelamin.
  • Burung jantan sudah berumur dewasa dan siap kawin.
  • Burung betina sudah berada dalam kondisi siap bertelur, ditandai dengan bengkak di sekitar kloakanya.

Setelah syarat-syarat tersebut dipenuhi, selanjutnya Anda harus menyiapkan beberapa peralatan untuk pekerjaan tersebut. Salah satu peralatan yang umum digunakan adalah pipa kapiler untuk proses inseminasi. Pipa kapiler bisa didapatkan di toko-toko perlengkapan hewan ternak atau toko-toko medis. Selain itu, siapkan juga tisu basah yang akan digunakan sebagai antiseptik.

Pipa atau tabung kapiler yang digunakan dalam teknik IB

Pipa atau tabung kapiler yang digunakan dalam inseminasi buatan.

Perlu diperhatikan, dalam melakukan tahap-tahap inseminasi buatan pada burung kenari, maka prosedur harus dilakukan secara hati-hati dan teliti. Hal ini untuk meminimalisasi risiko yang bisa saja terjadi, misalnya burung yang terluka.

Proses pengambilan sperma dari kenari jantan

  • Area sekitar kloaka burung jantan dibersihkan dulu dengan menggunakan tisu basah atau tisu antiseptik. Jika area tersebut dipenuhi bulu–bulu yang mengganggu, maka harus dilakukan pemotongan bulu di sekitar kloaka, sebagaimana pernah diulas dalam tulisan di sini.
  • Lakukan pengurutan secara lembut dan berkala, dimulai dari pangkal paha hingga kloaka burung jantan. Hal ini dilakukan untuk memberi rangsangan terhadap burung jantan.
  • Setelah itu, masukkan pipa kapiler ke dalam vent / kloaka burung jantan, sambil diputar sedikit-sedikit, tetapi jangan sampai terlalu dalam.
  • Setelah pipa diangkat, akan tampak cairan berwarna putih yang ada di bagian ujung pipa kapiler. Cairan itulah yang dinamakan sperma atau semen.
Proses pengambilan sperma kenari jantan

Proses pengambilan sperma kenari jantan

Tahap inseminasi pada burung betina

  • Pegang burung betina dengan posisi kloaka menghadap ke atas. Kenari betina yang siap bertelur akan ditandai dengan membengkaknya area sekitar kloakanya.
  • Tiup bulu-bulu halus yang menutupi bagian kloakanya, setelah itu masukkan pipa kapiler yang sudah berisi sperma burung jantan ke dalam kloaka betina dengan cara ditiup.
  • Berikan sedikit pemijatan untuk mengakhiri proses inseminasi.
  • Kembalikan burung betina ke dalam sangkar hariannya.

Untuk memberi gambaran yang lebih komprehensif, silakan tonton video berikut. Anda bisa mengenali tahap-tahap proses inseminasi buatan pada burung kenari:

[embedded content]

Kalau nantinya Anda sudah terbiasa, maka inseminasi buatan atau IB akan menjadi pilihan alternatif yang sangat menguntungkan para penangkat, terutama untuk meningkatkan produktivitas penangkaran.

Untuk menunjang keberhasilannya, proses tersebut tidak bisa dilakukan dengan asal-asalan, karena membutuhkan perhitungan yang cermat untuk mengetahui kapan burung betina akan bertelur. Dalam hal ini, biasanya penangkar akan melakukan inseminasi buatan pada 2 – 4 hari sebelum burung mengeluarkan telurnya.

Selain itu, faktor lain yang mendukung sukses dan tidaknya proses tersebut adalah kesuburan dari burung jantan itu.

Selamat mencoba, semoga bermanfaat.

Salam sukses, Salam Kicaumania.

Daftar jadi agen Bukalapak sekarang & dapatkan keuntungan tambahan!