Kisah Suara Sakti – Murai Batu 162 Kali Sukses Juara 1


Sebelumnya saya berpendapat bahwa puncak prestasi seekor murai batu di arena lomba hanya dapat bertahan selama 5-6 tahun saja. Selebihnya, ia sudah tidak bisa diandalkan lagi dikarenakan penurunan kualitas suara secara alami, sehingga lebih layak dijadikan pemacekan saja. Ternyata dugaan itu salah, ketika mewawancara Om Andy Donk si empunya murai batu Suara Sakti (SS). Dalam wawancara itu terungkap bahwa murai batu tersebut sudah 15 tahun berkelana di arena lomba, dan telah meraih 162 gelar juara 1.

Om Andy Donk terbilang sangat mengamati burungnya, sampai-sampai dia membuat catatan khusus soal prestasi SS. Dalam catatannya, SS sudah 162 kali menjadi juara 1 di berbagai even lomba, mulai dari even lokal, regional, hingga tingkat nasional. Angka menakjubkan tersebut tidak termasuk puluhan kali SS meraih juara 2, 3, atau masuk jajaran 10 besar lainnya.

Seluruh prestasi itu dicetaknya selama 15 tahun berkelana dari arena lomba yang satu ke arena lomba lainnya. Kalau dihitung mundur, Sekurang-kurangnya Suara Sakti sudah mengikuti lomba sejak tahun 1997, Suara Sakti sudah menyertai lomba ketika anak-anak yang sekarang duduk di kelas X SMA baru lahir !


Sedangkan persaingan di kelas murai batu bisa dibilang paling kompetitif dibandingkan kelas lomba lain. Sekarang sudah bermunculan sejumlah Murai Batu jawara seperti Happy Birthday (Akia – Jambi), Charly (Andre Sutanto – Jambi), Natalia (Om Gunawan – Solo), dan sebagainya.

Om Andy Donk mengakui bahwa SS mampu mencapai prestasi sehebat itu bukan karena dirinya, tetapi karakter dan kualitas burung murai batu itu sendiri.

Tentu saja ini hanya sekadar ungkapan dari seseorang yang tidak ingin menonjolkan diri. Pada kenyataannya, Andy Donk terlibat langsung dalam perawatan momongannya itu. Ia tidak menitipkan burung ini kepada perawat lain, apalagi sampai dititipkan ke luar kota, namun cukup dipelihara sendiri di rumahnya di Jogja.

Om Andy ini bertangan dingin, sudah terbukti dia juga sukses menangani anis merah, seperti Stiga. Belum lama ini, Stiga berhasil meraih juara 1 dalam Latber KMYK di Taman Kuliner Jogja. Sukses dengan dua jenis burung berbeda jelas bukan sekadar semata-mata mengandalkan pada karakter atau kualitas burung, tetapi juga tergantung siapa yang merawatnya.

Setelah bercakap-cakap selama beberapa waktu, Om Andy akhirnya mau membagikan beberapa tips perawatan yang biasa dilakukannya terhadap Suara Sakti. Tips ini bisa dicoba para murai mania lainnya di rumah, tetapi tetap disesuaikan dengan karakter burung murainya masing-masing.

Cara perawatannya pun terbilang standar, yaitu dimandikan dua kali sehari. Pagi hari memberi asupan 5 ekor jangkrik, demikian pula sore harinya. Kroto juga diberikan setiap hari. Khusus menjelang lomba, setelan jangkrik ditingkatkan menjadi 7 ekor di pagi hari dan 7 ekor di sore hari.

Om Andy Donk Bersama Suara Sakti

Om Andy Donk bersama Suara Sakti

Dahulu, setiap tampil di lomba, Suara Sakti hanya mengeluarkan satu suara masteran, yaitu parkit, namun dibawakannya dengan gaya yang mewah, nagen (gaya yang paling bagus dan mendapatkan poin tertinggi), mantap, dan berulang-ulang. Kerja SS yang maksimal, membuat suara itu selalu terdengar dan mencuri perhatian para juri. Apalagi cara membawakan lagunya sambil bermain.

Ketika berada di tangkringan, SS sangat percaya diri, tetap tenang melihat para pesaingnya beraksi. Mentalnya bagus. Wajar kalau Suara Sakti bisa terus moncer selama 15 tahun, meraih gelar terbaik yang fantastis: hingga 162 kali !

Semoga anda dapat inspirasi dari artikel ini, dalam merawat burung murai batu.

Daftar jadi agen Bukalapak sekarang & dapatkan keuntungan tambahan!