Jalak Bali Riwayatmu Kini


Jalak Bali (Leucopsar Rothschildi) dinamakan sesuai dengan nama Walter Rothschild pakar hewan berkebangsaan Inggris yang pertama kali mendeskripsikan spesies ini pada tahun 1912. Dan semenjak dikenal oleh ‘dunia luar’ itulah sejak 1931,Jalak Bali dicatat sudah “terbang” ke Eropa, sebagai burung ekspor eksotik dan berhasil dikembangbiakkan. Burung Putih yang di Bali disebut curik, selama belasan tahun ini, menjadi sorotan berita luar dan dalam negeri, terutama perihal kehidupannya yang terancam punah,

Jalak Bali Ronggolawe 02Dalam Kerjasama diplomatik Indonesia dan Jepang, yang merupakan salah satu upaya soft power diplomacy penting bagi peningkatan hubungan kedua negara, mengingat masyarakat Jepang sangat menyukai dan menghargai keanekaragaman hayati. Kerjasama Lembaga Konservasi Alam telah membuahkan hasil yang menggembirakan. Pusat Penangkaran Yokohama berhasil menangkarkan 100 ekor Jalak Bali (Leocopsar rotchildi), dimana lima puluh ekor diantaranya telah dikembalikan ke habitat asalnya di Taman Nasional Bali Barat, Pusat penangkaran ini juga tengah melakukan penelitian terhadap adanya indikasi penurunan varietas genetik Jalak Bali.

Jambul Jalak Bali RonggolaweKepunahan Jalak Bali di habitat aslinya disebabkan oleh deforestasi (penggundulan hutan), pembangunan jalan raya, bentangan saluran kawat listrik, juga pembangunan kompleks resor wisata, perdagangan liar, dan harga yang mahal untuk seekor burung Jalak Bali juga mempengaruhi jumlah individunya di alam. Pencurian adalah ancaman terbesar pada saat ini. Bukti-bukti pencurian seringkali ditemukan berupa lem, tali, dan jaring.


Metoda terbaru yang dilakukan oleh pencuri yang tertangkap oleh aparat hukum adalah dengan “mengecat” burung Puter dengan warna putih sehingga mirip dengan Jalak Bali, kemudian digunakan sebagai pemikat (lawan jenis) dan disimpan di pohon sarang dan pohon tempat mencari makan Jalak Bali.

Selain itu beberapa tahun belakangan ini upaya pencurian meningkat dan dibarengi dengan perampokan populasi Jalak Bali di pusat penangkaran. Perampokan paling besar terjadi pada tahun 1999 di mana sebanyak 39 ekor Jalak Bali berhasil dijarah dari pusat penangkaran Taman Nasional Bali Barat. Hilangnya unggas berukuran sekepalan tangan dewasa itu, selain mengecewakan banyak orang, sebenarnya juga memalukan nama Indonesia di atas panggung konservasi dunia.

Jalak Bali Ronggolawe 01Burung Jalak Bali ini mudah dikenali dengan ciri-ciri khusus, di antaranya memiliki bulu yang putih di seluruh tubuhnya kecuali pada ujung ekor dan sayapnya yang berwarna hitam. Jalak Bali memiliki pipi yang tidak ditumbuhi rambut, berwarna biru cerah dan kaki yang berwarna keabu-abuan. Antara burung yang jantan dan betina hampir serupa.

Jalak Bali, burung pengicau berwarna putih ini merupakan satwa endemik Indonesia yang hanya bisa ditemukan di Pulau Bali bagian barat. Burung ini juga merupakan satu-satunya satwa endemik Pulau Bali yang masih tersisa setelah Harimau Bali dinyatakan punah. Sejak tahun 1991, satwa yang termasuk kategori “kritis” (Critically Endangered) dalam IUCN Redlist dan dinyatakan hampir punah di habitat aslinya ini dinobatkan sebagai maskot (fauna identitas) Provinsi Bali. Dari Berbagai Sumber – Tim Ronggolawe.info

Daftar jadi agen Bukalapak sekarang & dapatkan keuntungan tambahan!