Cara Rawat Burung Pakling


Pakling-RonggolaweTIPS MERAWAT BURUNG PAILING ATAU PAKLING (Melanocorypha Mongolica) Burung yang berkerabat dekat dengan burung beranjangan ini, sebetulnya burung import asal Cina. Burung ini sempat menghilang dari pasaran dikarenakan distopnya import burung-burung asal Cina akibat isu Flu burung (H5n1), tapi dengan dibukanya kembali import burung-burung dari cina, burung ini mulai lagi banyak diperjual belikan dinegara kita.

Cara merawat burung Pailing tidaklah jauh berbeda dengan perawatan burung Branjangan (Mirafra Javanica). Tetapi untuk para kicaumania yang belum memahami cara perawatannya, bisa mencoba tips sebagai berikut :
1. Jika cuaca cerah, pada pagi hari burung dikeluarkan dan diberi EF berupa kroto segar sebanyak 1 sendok makan lalu dijemur ± ½ jam
2. Kemudian, burung dimandikan dengan menggunakan Sprayer dengan semprotan halus dan airnya dicampur shampo JATI JAJAR dengan perbandingan 2 tutup botol shampo untuk 1 liter air. 3. Berikan lagi EF berupa 3 ekor ulat Hongkong (usahakan yang masih muda atau masih berwarna putih) dan 4 ekor jangkrik alam kuntring).
4. Burung dijemur lagi ditempat yang panas dan tidak terlalu tinggi, juga harus diusahakan lokasinya berada ditempat orang berlalu-lalang atau beraktifitas dengan maksud supaya burung cepat beradaptasi dengan kehadiran orang didekatnya sehingga cepat menjadi jinak.
5. Selama burung dijemur, kita bisa memasternya dengan burung master sesuai dengan keinginan kita.
vit6. Setelah selesai penjemuran, burung diberi vitamin Ebod vit pada air minumnya dengan dosis 5-10 tetes untuk 50 ml air, kemudian digantang ditempat yang teduh dan terhindar dari tiupan angin langsung.
7. Burung master harus selalu berada didekatnya, tetapi diusahakan posisi sangkar Pailing harus berada lebih tinggi dari burung masternya, atau bisa juga memakai skat atau penghalang supaya burung tidak bisa saling melihat tapi suara burung master bisa terdengar oleh burung Pailing.
8. Sekitar pukul 13.00-14.00 WIB burung bisa dikasih EF berupa belalang atau serangga lainnya, dengan porsi yang tidak terlalu banyak.
9. Sore harinya sekitar jam 16.00 WIB burung kembali diberi EF dengan porsi seperti pada pemberian dipagi hari.
10. Setelah burung menghabiskan semua porsi EF yang kita berikan, selanjutnya sangkar dikerodong dan digantung ditempat tenang lalu dimaster lagi dengan suara kicauan burung master dari mp3 dengan volume rendah.
11. Yang harus diperhatikan juga dasar sangkar harus ditaburi Grit yang berbentuk powder, karena selain berguna untuk menyerap kotorannya, juga berguna untuk memenuhi kebutuhan kalsium dan yodium yang sangat dibutuhkan oleh burung pemakan bijian. Grit juga membantu proses pencernaan pada burung, sehingga metabolisme burung pun lebih sempurna.
Ali Garut – Jurnalis Tabloid Ronggolawe