Burung Ciblek, Si Jago Tembak


“Ciap….ciap…ciap….trerrrrrrttttt…..trerrrrrrrrtttt…. trerrrrrrrrrrrttt…”

Itulah ciri khas dari burung ini ketika berbunyi, layaknya bunyi senapan mesin otomatis ketika ditembakan berulang-ulang. Burung yang memiliki postur tubuh kecil dan lincah ini, habitatnya di pesawahan, kebun dan tegalan. Serangga menjadi makanan pokok bagi burung ciblek ini, demikian kalangan kicaumania menyebutnya.

Ciblek-Ronggolawe-07Burung yang mulai populer untuk dilombakan diakhir tahun 90-an ini, kini sudah mulai jarang terlihat di habitatnya lagi. Hanya beberapa ekor saja yang masih bisa ditemukan. Itu pun selalu menjadi incaran para pemikat. Memasuki awal tahun 2000-an, dalam setiap event yang digelar, kelas ciblek jumlah pesertanya selalu membludak. Burung yang memiliki gaya menaik-turunkan badanya seperti memompa, sambil menggelepar-geleparkan sayapnya ketika berbunyi ini, sempat menjadi trend setter dikalangan kicaumania ketika itu, baik kicaumania akar rumput, maupun kalangan menengah keatas.


Burung yang awalnya hanya dijadikan sebagai burung master (pengisi suara) untuk burung murai batu dan lainya ini, menjadi burung yang dilombakan juga. Ada tiga jenis untuk burung ciblek yang dikenal oleh kicaumania, yaitu ciblek kebun, ciblek sawah dan ciblek gunung. Dari ketiganya, ciblek kebun atau ciblek crystal dan ciblek semi lah yang sangat populer dikalangan kicaumania.

Dari segi perawatan burung ini tidak lah sulit. Kroto, ulat, jangkrik dan belalang adalah makanan utama bagi burung ini, disamping voor sebagai makanan pendampingnya. Setelah menjadi burung peliharaan para kicaumania. ciblek crystal dan ciblek semi ini, memiliki suara yang khas ketika bertemu dengan lawanya.

Suara ngebrend yang berulangulang, menjadi suara khas dari burung ini, dan menjadikanya banyak digemari oleh kicaumania. Begitu pun ketika dilombakan, suara ngebrend dengan volume keras dan durasi bunyi (kerja) yang stabil lah, yang bisa membuatnya bisa meraih juara dalam suatu event. Seiring dengan semakin berkurangnya Ciblek-Ronggolawe-05 ini di habitatnya, yang diakibatkan oleh perburuan besar-besaran pada indukanya ketika itu, maka imbasnya pun kini terasa pada setiap gelaran lomba burung berkicau, baik skala latber, latpres maupun lomba besar, pesertanya tidak sebanyak dahulu lagi.

Kini, hanya di ikuti oleh belasan pesertanya saja. Seperti yang diutarakan oleh Pino, salah satu pemilik ciblek jawara, Granat. “Sekarang peserta kelas ciblek sangat minim sekali mas, tidak seperti awal tahun 2000-an. Ketika itu kelas ciblek selalu full gantangan,” tuturnya dengan nada prihatin. Andre Mc Seagal – Kontributor Tabloid Ronggolawe

Video Aksi Brahma Kumbara milij Fairuz (CCJ) di Mr. Granat Open – Cempaka Arcici Club :
[youtube http://www.youtube.com/watch?v=qo8yteWxE4U&w=640&h=360]

Daftar jadi agen Bukalapak sekarang & dapatkan keuntungan tambahan!